SISTEM INFORMASI PSIKOLOGI
A.
Definisi Sistem
Menurut Eriyanto (2004) sistem adalah suatu kesatuan
usaha yang terdiri dari bagian-bagian yang berkaitan satu sama lain yang
berusaha mencapai suatu tujuan dalam suatu lingkungan kompleks.
Menurut Sidharta (dalam Hutahaen, 2012) sistem
adalah himpunan dari bagian - bagian yang saling berhubungan secara bersama
mencapai tujuan - tujuan yang sama.
Menurut Indrajit (dalam Hutahaen, 2012 ) sistem
adalah kumpulan –kumpulan dari komponen yang dimiliki unsur keterkaitan antara
satu dengan lainnya.
Menurut Fatta (2007) sistem merupakan kumpulan dari bagian-bagian
yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang sama.
Menurut Murdick & Ross (dalam Fatta, 2007)
sistem sebagai seperangkat elemen yang digabungkan satu dengan lainya untuk
suatu tujuan bersama.
Menurut Mc. Leod (dalam Fatta, 2007) mendefinisikan
sistem sebagai sekelompok elemen-elemen yang terintergrasi dengan maksud yang
sama untuk mencapai tujuan bersama.
Menurut Campbell (dalam Pananrangi, 2017 ) sistem
adalah himpunan komponen atau bagian saling berkaitan yang bersama-sama
berfungsi untuk mencapai suatu tujuan.
Berdasarkan
beberapa definisi di atas, sistem adalah seperangkat elemen-elemen yang saling
berhubungan dan bekerja sama untuk mencapai suatu tujuan bersama.
B.
Definisi Informasi
Menurut
Gordon B. Davis (1991) informasi adalah data yang telah diolah menjadi sebuah
bentuk yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan keputusan saat
ini atau mendatang.
Menurut
Sidharta (1995) informasi adalah data yang disajikan dalam bentuk yang berguna
untuk membuat keputusan.
Menurut
Mc.leod (2001) Informasi adalah data yang telah
diolah menjadi bentuk yang memiliki arti bagi si penerima dan bermanfaat bagi
pengambilan keputusan saat ini atau mendatang.
Amsyah (2005) menyatakan bahwa informasi adalah data
yang sudah diolah, dibentuk, dimanipulasi, sesuai dengan keperluan tertentu.
Kusrini
& Koniyo (2007) menyatakan bahwa informasi adalah data yang sudah diolah
menjadi sebuah bentuk yang berarti bagi pengguna, yang bermanfaat dalam
pengambilan keputusan saat ini atau mendukung sumber informasi.
Berdasarkan definisi diatas,
informasi adalah data yang telah diolah, dibentuk, dimanipulasi sesuai dengan
keperluan tertentu yang berarti bagi penerimanya dan bermanfaat bagi pengambilan
keputusan saat ini atau mendatang.
C. Definisi Psikologi
Menurut Crow & Crow
(dalam Abror, 1989) psikologi adalah tingkah laku manusia, yakni interaksi
manusia dengan dunia sekitarnya, baik berupa manusia lain (human relationship) maupun bukan manusia seperti hewan, iklim,
kebudayaan, dan sebagainya.
Menurut Gunarsa &
Gunarsa (2004) psikologi adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari perilaku
manusia dalam hubungan timbal balik dengan lingkungannya.
Menurut Wilhem Wundt (dalam
Effendi, 2006) psikologi adalah ilmu yang mempelajari atau menyelidiki
pengalaman yang timbul dalam diri manusia, seperti pengalaman pengindraan,
merasakan sesuatu, befikir, berkehendak, dan bukan memepelajari pengalaman yang
di luar diri manusia, karena pengalaman yang demikian menjadi objek kajian ilmu
pengetahuan alam.
Menurut Basuki (2008) bahwa
psikologi itu adalah ilmu pengetahuan ilmiah yang mempelajari perilaku, sebagai
menifestasi dari kesadaran proses mental, aktivitas motorik, kognitif, &
emosional.
Morgan (dalam Basuki, 2008)
psikologi adalah ilmu yang mempelajari manusia dan binatang serta penerapannya
pada permasalahan manusia.
Menurut Wade dan Tavris
(2015) psikologi adalah sebuah disiplin ilmu yang berfokus pada perilaku dan
berbagai proses mental serta cara perilaku dan berbagai proses mental ini
dipengaruhi oleh kondisi mental organisme dan lingkungan eksternal.
Berdasarkan beberapa definisi
diatas, psikologi adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia, berbagai
proses mental, aktivitas motorik, kognitif dan emosional organisme yang dipengaruhi
oleh kondisi mental dan lingkungan eksternalnya.
D. Definisi Sistem Informasi Psikologi
Dapat disimpulkan bahwa sistem informasi psikologi
adalah ilmu yang mempelajari mengenai perilaku dan fungsi mental manusia yang
dimana manusia dapat memproses informasi dengan mengolah data yang diterima
agar menjadi informasi yang baik.
Contoh kasusnya menurut saya pribadi, jika kita pergi ke psikolog untuk konsultasi
atau melihat kondisi psikologis maka ada serangkaian tes atau treatment yang kita harus jalani yang
bertujuan untuk melihat apa yang terjadi dengan kondisi psikis kita setelah di assesment oleh psikolog. Nah proses
tersebut bertujuan untuk mendapatkan sebuah informasi yang di dalamnya terdapat
sistem yang dijalankan oleh usernya.
DAFTAR PUSTAKA
Abror,
A.R. (1989). Psikologi pendidikan. Yogyakarta : Nur Cahaya.
Amsyah,
Z. (2005). Manajemen sistem informasi.
Jakarta : Gramedia Pustaka Utama.
Basuki,
H. (2008). Psikologi umum seri diklat kuliah.
Jakarta : Universitas Gunadarma.
Davis, G.B. (1991). Kerangka dasar sistem informasi manajemen : 1. Jakarta
: PT Pustaka Binamas Pressindo.
Effendi,
H. L. M. (2006). Psikologi dakwah.
Jakarta : kencana.
Eriyanto.
(2004). Teknik dan aplikasi pengambilan
keputusan kriteria majemuk. Bogor : Grasindo.
Fatta,
H.A. (2007). Analisis & perancangan
sistem informasi. Yogyakarta : ANDI.
Gunarsa,
S.D., & Gunarsa, S.D. (2004). Psikologi praktis : anak, remaja, dewasa.
Jakarta : Gunung Mulia.
Hutahaen,
J. (2012). Konsep sistem informasi.
Jakarta : CV Budi Utama.
Kusrini,
S., & Koniyo, A. (2007). Tuntutan
praktis membangun sistem informasi akutansi dengan visual basic dan Microsoft
SQL server. Yogyakarta: C.V ANDI.
Pananrangi, A.R. (2017). Manajemen
pendidikan. Makassar : Celebes Media Perkasa.
Sidharta, L. (1995). Pengantar sistem informasi bisnis.
Jakarta : PT. ELEX Media Komputindo.
Wade, C. & Tavris, C. (2015). Psikologi edisi ke-9 Jilid
1. Jakarta: Erlangga.
Komentar
Posting Komentar